Jangan Berpikir ngeres dulu!

Kawin Suntik

Cerita ini terjadi saat kami sedang berlibur di rumah kakek di Jawa Timur. kakekku memiliki sapi 6 ekor semua nya betina. Saya Heran kenapa sapi-sapi betina berkumpul tanpa ada pejantannya dapat hamil? rasa penasaran itu akhirnya saya tanyakan ke kakek. Kek.. kenapa sih sapi-sapi itu dapat bunting padahal kan gak ada pejantannya? tanya saya. Oiya besuk kamu bisa lihat kenapa sapi itu bisa hamil. semalaman kami gak bisa tidur ada apa dengan besuk. Keesokan harinya kakek kedatangan tamu bapak..bapak.. ia membawa peralatan seperti dokter. Kakek bilang dialah yang menyebabkan sapi kakek bisa Bunting ????????…….. maksud kakek dia adalah dokter hewan spesialis Kawin suntik. Jadi dengan kawin suntik walaupun tanpa pejantan dapat hamil. Apakah sapi mengalami masa-masa kawin seperti pada Kucing tanya saya. Kapan masa kawin sapi.

Dokter hewan menjelaskan kalo Sapi sedang birahi dapat dilihat dengan tanda-tanda 3 A (bukan 3M pada proses pemberantasan demam berdarah!!!!).

3 A ( Abang…..Aboh……Anget)

 

nantikan Kelanjutan Cerita ini……….

Membagi warisan Secara Adil

Keluarga Almarhum bp Kartono sedang dipusingkan dengan pembagian harta warisan yang di tinggalkan. Warisan bapak kartono  berupa 17 ekor kerbau gemuk-gemuk. sementara ia memilki 3 Orang anak yaitu 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan (1 sudah meningal mempunyai 1 anak). dalam wasiatnya pak kartono menuliskan pesan bahwa 1/2 dari jumlah kerbau itu harus di berikan kepada anak laki-lakinya. sementar anak perempuan nya mendapatkan bagian 1/3 dan cucunya mendapatkan 1/9 bagian. Dalam pesannya beliau juga berpesan bahwa kerbau itu harus di pelihara dan dlm pembagian tidak boleh dipotong. Para pembaca silahkan beri solusi untuk keluarga alm.Pak kartono.

Pedagang sial

Di suatu pasar pagi Kota Tegal ada seorang Pedagang Pakaian dalam (jeroan dlm bahasa tegalan) pada suatu hari ia sedang mengalami sial. Pagi itu ia berjualan datanglah seorang pembeli ia membeli BH (bungkus tempat susu) dengan harga Rp 8.000,- ia bayarkan dengan uang lima ribuan 2. karena baru pertama ada pembeli maka ia tdk ada uang kembalian. Akhirnya ia menukarkan 1 uang 5.000,- ke pedagang jeruk dengan ribuan sebanyak lima lembar. Ia memberikan kembalian Rp 2000 ke pembeli tersebut. Kemudian pergilah sang pembeli tersebut, singkat cerita uang 5.000 yang di tukarkan ke pedang jeruk tersebut adalah uang palsu dan ia tidak mau menerima (minta di tukar). Karena pembeli tersebut membayar dg lima ribuan 2 akhirnya ia tukar dengan 5000 yang ia pegang.

Pertanyaan
Berapa kerugian yang dialami pedagang tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.